SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA YANG PENUH INSPIRASI, TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA

Selasa, 05 Januari 2016

Keajaiban

*KISAH NYATA*


Ada seorang anak kecil kelas 4 SD yang selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. Ia tinggal di suatu desa Milaor, Camarines Sur,di Negara Filipina. Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia harus berjalan kaki melintasi daerah yang tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja untuk berdoa. Tindakannya ini diamati oleh Pdt. Agaton. Karena merasa terharu dengan sikap Andoy yang lugu dan beriman tersebut. Suatu hari ketika Andoy hendak masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya.

Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"
Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.
Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.
Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."
Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."

Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.
Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya
Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. 

Lihat, ini sepatuku yang terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.
TuhanKu kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.
Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukulku.

Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu apakah dia akan menyukaiku?
Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.
Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"

Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.
Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.

Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.
Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.
Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'
4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"
Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.
Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."

Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.
Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.

Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.
Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;
Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"
Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."
Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...
Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"
"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab ayah Andoy.

Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"
Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨

Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."
Tahukah anda dimana Andoy berada sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. Inginkah kita sekalian juga... berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.
Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur. Walaupun situasi hidup yang dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke sorga.


Jumat, 01 Januari 2016

Makes Your Future Different

Terpaksa pindah


Suatu sore bisa yang sedang aku tumpangi mendadak berhenti di tengah jalan. Dalam sekejap para penumpang langsung berebutan turun dari bisa dan menaiki bis lainnya. Ternyata kami ditransfer ke bis lain karena beberapa masalah teknis. Padahal saat itu aku udah dapet tempat duduk yang enak. Tinggal duduk diam sampai akhirnya sampat ke tempat tujuan. “Penransferan” itu bener-bener menggangu kenyamanan. Nah, apakah kamu pernah mengalami titik dalam hidupmu ketika kamu harus tiba-tiba berpindah dari satu fase ke fase berikutnya? Apa yang kamu rasain? Pastinya kita bakal merasa ngga biasa karena mungkin kita udah ngerasa terlalu enak di “zona nyaman” kita. Karenanya saat kita harus mengalami masa transisi ini, mungkin kita bahkan udah ngebayangin yang enggak-enggak, soal apa yang bakal terjadi di fase berikutnya yang mungkin bakal nggak mengenakkan.

Pada saat ingin berpindah bis, aku sudah tahu kalo di bisa berikutnya pasti berdesak-desakan karena jumlah penumpang jadi dobel. Dan bener aja, aku dan kebanyakan penumpang lainnya terpaksa berdiri. Apa yang terjadi berikutnya? Kami ditagihin ongkos bis yang kami tumpangi yang lebih mahal dari ongkos bis sebelumnya, padahal pihak bislah yang berinisiatif untuk memindahkan kami. Ditambah lagi kami ngga bisa nikmati fasilitas tempat duduk yang ada. Nah, begitu juga dengan kehidupan kita. Terkadang kita dituntun untuk melewati fase yang ngga sesuai dengan apa yang kita harapkan, fase dimana kita harus membayar harga lebih.


Tapi aku percaya bahwa di setiap fase kehidupan yang kita jalani, ada rencana Tuhan yang indah yang akan membawa kita menuju tujuan yang dirancangkan-Nya sejak pertama ia membentuk kita. Bukankah aku pun, walau sempat pindah bis dan akhirnya ngerasa ngga nyaman, tapi juga akhirnya sampai di tujuan? Yang perlu aku lakukan Cuma sabar  menghadapi prosesnya, yang kadang memang tidak enak. Oleh karena itu, yuk dare to move and face the move, senyaman apapun kita sekarang dan seberat apapun tantangan yang sedang ada di depan kita. Lagian, memang ada saatnya kita harus berani maju, berpindah dan menghadapi tantangan yang lebih berat, demi kemajuan masa depan kita! Pertanyaannya, kamu mau nggak?? *Bonnie

Jumat, 25 Desember 2015

Belajar Bertanggung Jawab

ADA 6 SETIAP PERTANGGUNG JAWABAN KITA

Firman Tuhan berkata bahwa setiap orang bertanggung jawab atas hidupnya masing-masing. Kita bertanggung jawab atas:

     1.       Setiap Pemikiran
“Kami mematahkan setiap siasat orang dan merububhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (2 Kor.10:5).

     2.       Setiap Perkataan
“Tetapi Aku berkata kepadamu : Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung jawabkannya pada hari penghakiman” (Mat. 12:36). 

     3.       Setiap Perbuatan
“ Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya  setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat” ( 2 Kor.5:10).

     4.       Setiap Sikap
“Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu” (1 Ptr. 3:10). Sikap kita di ungkapkan dalam ekspresi kita, baik dalam perkataan maupun perbuatan.

      5.       Setiap Motivasi

“Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya” (Yer. 17:10).

Tuhan Yesus Memberkati

Rabu, 23 Desember 2015

KISAH MENGHARUKAN

INI SAYA AMBIL DARI BLOGNYA STEVEN GERRARD INDONESIA... SEMOGA MENGINSPIRASI



Ini adalah sebuah kisah nyata antara Steven Gerrard dan Matthias, seorang bocah berusia 10 tahun yang menderita tumor pelvis dan menjalani hari-hari terakhirnya bersama keluarganya, The Barker. kisah yang ditulis oleh Gerald Sheedy, juga menceritakan perjuangan ibu dari Matthias, Rosie demi mewujudkan permintaan terakhir Matthias untuk bisa bertemu dengan sang idola. Berikut kisahnya


Semua berawal saat keluarga Barker dirujuk untuk bergabung dengan Shooting Star Chase pada Oktober 2011 lalu. Anak tertua mereka, Matthias yang masih berusia 10 tahun tengah mendapatkan perawatan saat itu untuk penyakit tumor pelvis tetapi mereka dihadapkan dengan tidak adanya pilihan untuk perawatan selanjutnya.

Awal November, kedua orang tuanya, Rosie dan Tony datang ke rumah perawatan Guilford, Christopher untuk melihat dan bertemu dengan perawat utamanya, Katja, yang dapat memberi tahu apa saja hal yang dapat ditawarkan oleh Shooting Star CHASE.

Dalam level ini, Rosie dan Tony tidak ingin menggunakan rumah rawat dan lebih tertarik dalam bagaimana kita dapat mendukung Tim Komunitas Perawat agar Matthias bisa dirawat di rumah selama mungkin. Mereka juga ingin mendapatkan saran bagaimana berbicara kepada Matthias dan ketiga adiknya tentang kondisi Matthias. Selama kunjungan mereka, saya ingat Rosie berkata kalau dirinya tidak ingin proses perawatan terakhir untuk Matthias ini berhubungan dengan kegiatan rumah rawat Christopher.

Tim rawat jalan kita pun tetap saling berhubungan dengan keluarga Matthias selama beberapa minggu.

Pada 19 November, kita menerima panggilan dari PATCH (Pelayanan Rawat Rumah Pengindap Kanker) di Rumah Sakit Marsden. Matthias telah dirujuk ke rumah sakit lokal dan mereka meminta seluruh keluarganya datang ke rumah rawat Christopher selama periode pengistirahatan sebelum dipulangkan ke rumah, karena Rosie telah lelah. Namun, sebelum kondisi Matthias memburuk, dia dirawat di Rumah Sakit St George.

Pada 23 November, pembicaraan mengenai pemindahan Matthias dari Rumah Sakit St George ke rumah rawat Matthias pun berlanjut. Pada 26 November pada pukul 11.45 pagi, Matthias dan Rosie datang ke rumah rawat dengan ambulan ditemani dua perawat. Intinya, rencananya adalah kembali ke rumah adalah permintaan Matthias sebelum dirinya wafat tetapi Rosie dan Tony merasa tempat terbaik adalah Rumah Rawat Christopher.

Karena hal tersebut bisa memudahkan Rosie merawat Matthias dengan cara yang dia inginkan tetapi dengan dukungan dari para staf dan dia juga bisa merawat anak-anaknya yang lain, Jos, Xavier dan Jonas. Seiring dengan jalannya waktu, kita tahu kita harus menjaganya senyaman mungkin.

Natal pun tiba dengan cepat. Rosie dan Tony memberikan beberapa boneka beruang untuk semua teman-teman Matthias di rumah rawat dan anak-anaknya. The Sanctuary, sebuah ruang spesial di Rumah Rawat Christopher di mana keluarga dapat bersantai dan berkumpul, dipenuhi dengan kado-kado dan mereka pun menghabiskan waktu berjam-jam menulis pesan yang berisikan kalau Matthias selalu mencintai mereka. Ini menjadi slogan untuk keluarga Barker.

Mereka pun mulai membuat rencana untuk hari Natal para anak-anak di rumah rawat, membawa dan membungkus kado-kadonya. Karena kondisi Matthias semakin melemah, kita tidak yakin dia bisa bersama kita saat itu. Kita menyarankan Rosie untuk mempercepat kejutan tersebut. Meski Rosie tidak ingin melakukannya, dia pun melakukan pembagian kado lebih awal. Keluarga memutuskan kalau hari Natal akan menjadi hal yang spesial untuk siapa saja yang ada di sana.

Sebelum datang ke Rumah Rawat Christopher, membawa Matthias, Rosie dan Tony telah banyak berbagi, menciptakan banyak momen spesial dan kenangan. Tetapi Rosie masih punya satu permintaan yang tertinggal.

Matthias selalu ingin bertemu dengan idolanya, Steven Gerrard atau Stevie G. Selama bertahun-tahun, ada beberapa kesempatan untuk mempertemukan keduanya. Tetapi tidak berhasil. Kemudian, melalui sebuah kesempatan terbuka, Rose berhasil menghubungi seorang teman. Mereka saling berkirim E-mail. Dan hal selanjutnya yang Rosie tahu adalah Steven Gerrard setuju untuk mengunjungi Matthias pada 20 Desember. Rosie pun berbahagia.

Matthias semakin melemah kondisinya dan setiap pagi kita mengira kalau ini adalah hari terakhirnya. Pada 19 Desember, Matthias mengetahui kalau Steven Gerrard akan datang esok hari. Namun dia bertanya kepada Rosie "Kalau aku wafat malam ini?" Rosie pun menjawab "Aku akan bersamamu dan menggenggam erat tanganmu.

Dan kemudian ketika Matthias bangun di pagi hari, dia berkata "Aku siap bertemu dengannya". Pada pukul 3.30, kita mendapat kabar bahwa Steven telah tiba dan dia sudah siap. Menunggu di ruang Matthias, Rosie, Tony dan Jonas bersama Steven. Anggota keluarga yang lain menunggu di taman, tidak sadar dengan kedatangan Steven.

Saya pun merasa terhormat ketika Steven berjalan masuk ke ruang Matthias. Ketika Rosie mengenalkan Steven ke Matthias, Steven menyalami Matthias dan berkata "Alright, Aku Stevie G. Aku dengan kamu adalah penggemar berat saya.". Tetapi tidak ada reaksi dari Matthias dan matanya pun kembali menutup.

Rosie, Tony dan Steven menghabiskan beberapa menit berbicara tentang Matthias dan anak-anak Steven. Ketika Steven menyalami Matthias kembali dan berkata "Hey Thi, ini Stevie G' yang membuat Matthias meresponnya dengan membuka kedua matanya dan memberikan Steven senyum terbesar yang pernah Anda lihat.

Saya melihat wajah Rosie yang sangat berbahagia. Dia akhirnya bisa melakukan hal terakhir untuk putranya. Saya juga melihat saat itu kalau tidak ada yang tidak mungkin karena dia telah melakukan semuanya untuk merealisasikan hal tersebut dan kebahagian tersebut bercampur dengan kesedihan.

Stevie G, seperti yang kita tahu, menghabiskan beberapa jam bersama keluarga Barker pada siang itu. Dia juga memberikan seluruh keluarga kado Natal dan berfoto bersama dengan anak-anak dan keluarga Barker. Ketika dia pamit untuk pulang, dia meminta Rosie untuk tetap saling berhubungan. Kita tahu dia meminta hal tersebut dan Anda bisa merasakan seberapa pedulinya Steven dan dia sangat tersentuh dengan keluarga Barker.

Sebelum Steven pergi, Matthias menyalami Steven dan berkata "Terima kasih telah datang".

Setelah semua kebahagian pada hari itu, malamnya kita habiskan dengan bercerita tentang kunjungan Steven. Ada perubahan mood yang dirasakan oleh semua orang, khususnya Rosie.

Matthias menghembuskan nafas terakhirnya pada 23 Desember. Rosie dan Tony berada di sisinya. Keluarga Barker merayakan hari Natal bersama kami di Rumah Rawat Christopher bersama kita dan kita terus menjaga mereka hingga pemakaman Matthias pada 29 Desember.

Untuk saya, ini adalah sebuah kehormatan bisa menjad bagian dari tim tersebut, membantu keberanian keluarga Barker selama mengarungi perjalanan tersebut. - Kepala Rumah Rawat Christopher, Geraldine Sheedy.

Selasa, 22 Desember 2015

KISAH NYATA




Kisah di balik lagu "Sentuh Hatiku" 

‘Sentuh Hatiku’ Diambil Dari True Story

  
Lagu ‘Sentuh Hatiku’ mempunyai cerita yang sungguh menyentuh hati kita semua. Lagu ini merupakan refleksi hidup yang diilhami oleh kisah seorang gadis, teman sekolah Jason, yang diperkosa ayah kandungnya sendiri hingga hamil. Gadis yang tidak mau disebutkan identitasnya ini awalnya tidak bisa mengampuni perbuatan ayah, meskipun dilakukan dengan tidak sengaja, karena saat itu ayahnya dalam kondisi mabuk berat. Tetapi apa yang dilakukan ayahnya tersebut telah menghancurkan masa depannya. Gadis tersebut sempat mau bunuh diri. Bahkan karena musibah yang menimpanya itu, kemudian gadis ini menjadi gila dan dipasung dengan rantai di rumahnya selama belasan tahun lamanya.

    Jason sering datang dan mendoakan sahabatnya itu sambil sesekali menulis lirik lagu. Waktupun berlalu. Jason pun pindah kota dan mulai sibuk dengan kegiatannya sendiri. Suatu ketika anak perempuan itu menelponnya dan ia sangat terkejut. Karena setahunya, anak perempuan itu gila dan juga dipasung. Mengapa bisa lepas bahkan menelponnya?

    Akhirnya anak perempuan itupun bercerita. Suatu hari, rantai yang membelenggu dia bertahun-tahun itu, entah karena sudah berkarat atau apa, tiba-tiba lepas. Satu hal yang langsung diingatnya saat itu adalah ingin membunuh ayahnya. Tetapi waktu dia bangun, ia melihat Tuhan Yesus dengan jubah putihnya, berkata : “Kamu harus memaafkan papamu!” Anak  perempuan itu mengatakan tidak bisa. Ia pun terus menangis, memukul dan berteriak sampai akhirnya Tuhan Yesus memeluk dia sambil berkata : “Aku mengasihimu”. Walaupun bergumul, akhirnya anak perempuan itupun bisa memaafkan ayahnya. Mereka sekeluarga menangis terharu melihat apa yang telah dibuat Tuhan dalam memulihkan keluarga mereka. Apalagi hal itu terjadi sebelum ayahnya meninggal karena stroke.

     Kisah nyata ini sangat luar biasa. Betapa tidak, kasih Tuhan dapat menyentuh hatinya yang paling dalam. Kebencian diganti dengan luapan kasih Tuhan sehingga anak perempuan itu dapat mengampuni bahkan menceritakan kasih Tuhan dalam hidupnya. Ketika dia menoleh ke belakang hidupnya, hal itu tidak membuatnya pahit lagi. Awal lirik lagu ‘Sentuh Hatiku’ benar-benar merupakan kesaksian hidup seseorang yang disentuh kasih Tuhan: “Betapa ku mencintai, segala yang t’lah terjadi...” Apakah peristiwa kelam yang lalu membuat Saudara saat ini hidup dalam kepahitan ? Izinkan Kasih Agape Tuhan itu menjamah Saudara saat ini dan mengubah hidup Saudara sehingga menjadi baru. (Sumber : Praise #3 & #6) (kisah selengkapnya dapat dibaca di Story Behind The Song terbitan Yis Production).   

Lirik & Chord Lagu ini dapat dilihat di SONGS

Betapa ku mencintai
Segala yang t’lah terjadi
Tak pernah sendiri
Jalani hidup ini
Selalu menyertai

Betapa ku menyadari
Di dalam hidupku ini
Kau selalu memberi
Rancangan terbaik
Oleh karena kasih..

Reff :
Bapa.. sentuh hatiku
Ubah hidupku
Menjadi yang baru
Bagai.. emas yang murni
Kau membentuk bejana hatiku

Bapa.. ajarku mengerti
Sebuah kasih yang selalu memberi
Bagai air mengalir
Dan tiada pernah berhenti..





Sumber :

Tujuan Hidup



Apa tujuan hidup Anda? Apa sebenarnya yang Anda cari dalam hidup?



Apabila hidup ditujukan untuk mendapatkan ketenaran, maka dilupakan orang merupakan sebuah tragedi. Kenyataannya, waktu berlalu dan orang akan lupa siapa Anda. Apakah Anda ingat siap aktris/aktor pemenang Oscar pada 2000? Apakah Anda ingat siapa peraih medali emas badminton di Olimpiade 1992? Siapa wanita tercantik pemenang Miss World 2001? Kemungkinan besar jawabannya “lupa” atau tidak tahu”.


Apabila hidup ditujukan untuk mendapatkan kekuasaan, PHK atau pensiun merupakan akhir dari segalanya. Kekuasaan tidak berlangsung selamanya. Suatu raja pun harus meletakkan mahkotanya. Napoleon Bonaparte, Alexander the Great, Julius Caesar pernah mencicipi kekuasaan terbesar di dunia. Namun, hal yang tertinggal hanya nama, kekuasaan, dan daerah yang mereka perjuangkan saat itu yang kini telah berbagi-bagi.


Apabila hidup ditujukan untuk bersenang-senang, maka kebahagiaan akan semakin jauh dari kita. Sangat ironis, bukan? Menurut Dan Gilbert, profesor psikologi dari Harvard University, orang  sering salah memperkirakan apa yang akan membuat mereka bahagia. Mereka mengejar hal-hal yang mereka pikir mereka inginkan, tanpa memikirkan hasil akhir yang sebenarnya. Mereka memfokuskan energi untuk mencapai hal ini. Ketika benar-benar mendapatkan apa yang mereka inginkan, ternyata tidak seperti apa yang mereka bayangkan. Jadi, mereka mengejar hal-hal lainnya, seperti berlari dalam treadmil hedonistik yang tidak ada habisnya. Hadil dari sebuah penelitian selama lebih dari 30 tahun yang dilakukan oleh psikolog Ken Sheldon dan Tim Kasser mengatakan bahwa orang merasa paling bahagia bila mereka hidup menurut nilai-niali yang mendorong pengembangan diri dan berhubungan dengan tujuan yang lebih besar dari sekadar diri sendiri. Namun yang mengejutkan, kebanyakan orang masih menempatkan uang dan kekuasaan sebagai hal yang terutama. Paham hedonisme ( mengejar kesenangan) yang diagung-agungkan orang zaman ini ternyata tidak pernah membawa kepuasan.



Tuhan Yesus Memberkati...

Senin, 21 Desember 2015

LIRIK LAGU ROHANI (YANG PALING MENGERTI)



AKU BERDIAM DI KESUNYIAN
DI KEHENINGAN BAITMU BAPA....
TANPA KATA DAN TANPA BAHASA 
HANYA MENUNGGU ENGKAU TUHAN..

YESUS TUHANKU KAU PALING MENGERTI
RAPUH HATI INI LETIH JIWA INI...
JAMAH YA TUHANKU...
JAMAH YA TUHANKU...
SEBAB ENGKAULAH TUHAN YANG PALING MENGERTI....