SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA YANG PENUH INSPIRASI, TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA

Kamis, 07 April 2016

Hidup dengan Pertanyaan



Bacalah Yohanes 16:29-33

Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu....
*Kol.3:15

Ini adalah hari ketujuh belas ibuku dirawat di rumah sakit. Ia sudah keluar masuk rumah sakit selama sepuluh tahun untuk berjuang melawan kanker. Namun, kali ini, ia tidak akan pulang lagi ke rumah. Dokter sudah memberi tahu kami bahwa tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Sambil duduk di sisi ranjangnya dalam kegelapan, pertanyaan-pertanyaan mulai memenuhi pikiranku. 

Mengapa harus ibuku? Mengapa sekarang? Mengapa Allah menyembuhkan orang lain dan tidak menyembuhkan ibuku? Apakah iman kami kurang begitu kuat? Para penatua telah berdoa untuk ibuku, apakah mereka kurang iman? Apakah kami tidak berdoa sebagaimana yang Alkitab ajarkan?

Saat ini dua tahun sudah berlalu, aku masih belum memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu. Yang kutahu adalah pada saat merasa dunia sekitar runtuh, kita tetap mempunyai damai sejahtera Allah. 

Ketika kita memiliki damai sejahtera Allah, kita tidak harus mengetahui semua jawaban.

Doa: Tuhan, ketika masalah datang, berikan kepada kami damai-Mu yang “melampaui segala akal” (Flp. 4:7). Tolong kami utnuk menyadari bahwa adalah baik bagi kami untuk tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kami. Terima kasih Tuhan. Amin.


Pokok pikiran : Damai sejahtera Allah memampukan kita untuk hidup dengan pertanyaan-pertanyaan kita.

Doa syafaat : Anggota keluarga yang menderita penyakit stadium akhir.


#Katy L. Irvan (Arkansas)

Sabtu, 12 Maret 2016

Cerita dan Doa Hari Ini

Mengingat Hal-hal Baik


Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan, ya , aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. (Mazmur 77:12,13)

Musim dingin di daerahku membuat hari-hari yang mendung dan kelabu terasa panjang. Selama masa suram dan dingin itu, aku sering berpikir tentang musim semi. Aku memikirkan bunga-bunga yang bermekaran, cuaca yang lebih hangat, langit yang cerah, dan berjalan tanpa harus memakai mantel, topi, sarung tangan dan selendang. Pikiran-pikiran yang menyenangkan tentang musim semi sering menolongku melalui hari-hari yang mencekam selama musim dingin.

Prinsip yang sama berlaku pada saat aku mengalami kepedihan hati atau masa-masa menyakitkan dalam hidupku. Hari-hari itu terasa seperti musim dingin yang menjemukan, dingin dan seolah tanpa kehidupan; tetapi ketika aku memikirkan “musim semi”, aku merasa lebih baik. Dnegan cara ini masa-masa tegang dan sulit tidak lagi terlalu menyakitkan, karena aku tahu bahwa aku tidak melaluinya seorang diri. Aku tahu bahwa suatu saat nanti cahaya akan menyinari kegelapan dan bahwa kehangatan kasih Allah akan menutupi kebekuan.

Doa: Ya Allah, saat kami melalui saat-saat dingin, tolong kami melohat banyaknya berkat-Mu, sehingga kami merasakan kehangatan kasih-Mu. Amin.

Pokok Pikiran: Mengingat  berkat-berkat di masa lalu dapat membuat kita bertahan melalui pencobaan hari ini.


Doa Syafaat: Agar kita mengenal kasih Allah.

Jumat, 04 Maret 2016

Pendalaman Mengenai Alkitab

Mengapa Perlu Mengerti Alkitab?


“Banyak orang tahu Alkitab. Tapi, bagi orang Tionghoa, buku itu tidak cocok dan asing.” – LIN, CHINA.

“Saya bahkan tidak bisa mengerti Kitab Suci agama Hindu saya. Jadi, bagaimana saya bisa mengerti Alkitab?”- AMIT,INDIA.

“Saya akui Alkitab itu buku yang sudah ada sejak lama dan katanya banyak yang beli. Tapi, saya sendiri tidak pernah melihatnya.” – YUMIKO,JEPANG.

Banyak orang di dunia sangat menghargai Alkitab. Tapi, mereka mungkin hanya tahu sedikit tentang isinya. Jutaan orang di Asia dan bahkan di negeri-negeri yang memiliki banyak Alkitab juga seperti itu.

Jadi, Anda mungkin bertanya, ‘ Untuk apa mengerti Alkitab? ‘ Jika Anda mengerti Kitab Suci, Anda bisa:
·         * Merasa puas dan bahagia
·        *  Mengatasi masalah keluarga
·         * Mengatasi kekhawatiran
·         * Lebih akrab dengan orang lain
·         * Mengatur uang dengan bijaksana

Misalnya, Yoshiko di Jepang. Dia penasaran dengan isi Alkitab dan memutuskan untuk membacanya. Hasilnya? Dia berkata , “Alkitab membantu saya punya tujuan hidup dan harapan masa depan. Saya tidak lagi merasa hampa.”

 Amit, yang berkomentar di awal, juga memutuskan untuk memeriksa Alkitab. Dia berkata, “Saya Kagum. Alkitab ternyata bisa bermanfaat bagi semua orang.”
Alkitab sudah membantu kehidupan jutaan orang. Maukah Anda juga memeriksa dan mendapat manfaatnya?

Semoga dengan Artikel ini, kita bisa tahu Mengapa perlu Mengerti Alkitab?
Tuhan Yesus Memberkati Kita semua...


Kamis, 14 Januari 2016

Pikiran Yang Terbuka



Hati seperti Rambut


Ada dua jenis karakter rambut yang tumbuh di kepala manusia. Ada orang yang punya karakter rambut sulit diatur, seolah rambut itu punya kehendak sendiri. Seberapa pun besarnya usaha yang dilakukan untuk menatanya, sebesar itu pulalah penolakan yang ditunjukkan rambut itu. Mereka akan selalu kembali ke posisi semula. Pake gel or hair spray memang sedikit membantu, tapi begitu efeknya hilang, eh balik kribo lagi. Udah diplontosin, eh begitu tumbuh jadi jabrik lagi. Ngeselin banget. Tapi beda lagi ama orang-orang yang punya karakter rambut yang mudah diatur. Si pemilik bisa bebas mengatur rambutnya menurut yang ia suka. Rambut seperti ini ngerti banget siapa majikannya, apa keinginannya, dan selalu dengan senang hati bersedia diatur. Dan biasanya nih, sifat rambut seperti ini lebih banyak memberi hasil (tatanan rambut) yang mengagumkan.

Tipe hati dan karakter manusia juga seperti itu. Ada manusia yang hidup oleh kehendak-Nya sendiri dan nggak mau diatur. Alkitab mencoba menggambarkan kondisi orang-orang itu seperti seekor kuda ato bagal yang nggak berakal (Ay.9). hidupnya cenderung liar, egois, dan sama sekali nggak mau ngedengerin nasihat orang lain, apalagi firTu. Itu sebabnya, untuk orang-orang seperti ini, Tuhan memakai tali les dan kekang untuk bisa ngendaliin sifat-sifat buruknya. Tuhan tahu kalo orang seperti ini dibiarkan, maka udah pasti ia akan berada di jalan yang salah, dan itu sangat berbahaya. Karena itu Dia mau menolong kita dengan mengontrol hidup kita dan nunjukin jalan yang benar dan harus kita tempuh.

Frenz, Tuhan pengen mendapati hati kita lemah lembut dan mau berserah kepada-Nya. Berserah kepada Tuhan tuh nggak nunjukin kalo kita orang yang lemah. Sebaliknya, waktu kita berserah sama kehendak Tuhan, hal itu akan membuat hidup kita semakin kuat. So, coba deh periksa hati kita masing-masing: apakah kita punya hati yang lembut ato keras? Hati yang lembut tuh selalu mau dengerin nasihat firTu dan orang lain serta mau ditegur waktu salah jalan. Ia tahu dan sadar benar bahwa berserah sama kehendak Tuhan tuh selalu merupakan pilihan terbaik yang akan membawanya pada hidup yang lebih baik. *Sys