SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA YANG PENUH INSPIRASI, TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA

Sabtu, 12 Desember 2015

KEKUATAN

FAITH AND KNOWLEDGE


 Ada dua orang yang suka banget nanya-nanya. Yang satu, sebut saja si A udah kelar sekolah dan udah kerja. Satunya lagi lebih muda. Ia baru kelas 1 SMP, doyan baca buku en ngedatengin berbagai gereja buat nyari tau seperti apa dalemnya, gimana sih cara mereka beribadah. Nah, si A kalo tanya sesuatu pasti tentang FirTu yang dia nggak ngerti. Dia pingin tau ayat tertentu tuh maksudnya apa;  trus kalo ngelakuin sesuatu, dilihat dari ayat itu dosa nggak. Pendeknya dia berusaha supaya jangan sampe ia ngelakuin kesalahan Cuma karena ia nggak ngerti maksud firman Tuhan. Bagus,kan? Sedangkan yang ABG beda. Pertanyaannya pasti berhubungan sama pengetahuan ato tradisi gereja yang dia baca dari buku, plus hasil “jalan-jalan”nya. So, basically, ia bukan nanya, tapi malah lebih cocok disebut nguji. Padahal buku-buku yang dia baca kan belum tentu bener dasar Alkitabnya.

Boleh nggak nanya-nanya tentang firman ato pengetahuan seputar tradisi kekristenan?


Boleh aja, bahkan bagus kalo itu bikin kita lebih mengenal-Nya dan iman kita tambah kuat. Cuman, jangan juga, ngebahas segala pengetahuan tapi gak pernah berusaha nyari tau kehendak Tuhan yang Dia nyatain lewat firman-Nya. Ngapain tau banyak tapi iman kita gak numbuh-numbuh, tul nggak?


Denger deh kata Rasul Petrus: punya iman dulu, trus praktekin deh iman dengan ngelakuin hal-hal yang baik dan yang berkenan (jadi pelaku firman), baru tambahin sama pengetahuan supaya kamu nggak kejebak sama pengajaran-pengajaran nggak bener trus dengan gampang ninggalin Tuhan. Setelah pengetahuan, tambahin  juga dengan penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, dan kasih.


Guys, pengetahuin itu penting buat anak-anak Tuhan supaya pikiran kita gak dangkal trus ajdi orang yang picik dan berpikir sempit, tapi jangan itu doang yang diutamain. Punyai dulu iman dan lakuin kehendak firman. Karena ada juga orang-orang yang sibuk ngejar pengetahuan, berusaha ngerti firman dengan logika doang, akhirnya gak pernah percaya kepada Yesus. So, silakan tambah pengetahuan, tapi inget urut-urutan prioritasnya,ya! Jangan dibalik! ** (Kak Dhina KS)

(Tuhan Yesus Memberkati)

Jumat, 11 Desember 2015

MENGINSPIRASI



DIOGENES

Pada zaman dahulu di yunani hidup seorang ahli filsafat bernama bernama Diogenes. Ia memang tidak sehebat Socrates atau Aristoteles, tetapi ia mempunyai ciri khas sendiri. Diogenes adalah seorang yang sangat mencintai kejujuran. Pada suatu siang yang panas terik, ia berkeliling dengan membawa lentera. Ketika orang-orang yang terheran-heran menanyakan maksudnya membawa lentera di tengah hari, ia menjawab:” Aku sedang mencari-cari orang yang jujur di kota ini dan sampai sekarang belum juga kujumpai itu.” 

Diogenes meneliti hidup manusia dengan cermat ia sampai pada satu kesimpulan, yaitu : semua penderitaan manusia disebabkan karena hati manusia selalu ingin memiliki sesuatu. Sudah punya rumah, tidak puas. Ingin punya rumah bagus. Sudah punya Istri, tidak puas. Ingin Istri lain yang lebih cantik dan sebagainya. Karena itu, Diogenes menyimpulkan, kalau manusia sudah tidak punya keinginan apa-apa lagi. Maka ia akan tenang hidupnya.

Diogenes tidak hanya berteori, tetapi ia sendiri melakukan itu dengan rumah yang baik, pakaian yang bagus. Diogenes hanya membawa selimut dan tongkat serta mangkok untuk mengemis. Tidurnya hanyalah di emper-emper rumah orang dan makanannya diperoleh dengan cara mengemis. Tapi apakah dengan mematikan semua keinginan hati, manusia dapat memperoleh hidup yang tenang? Menekan segala keinginan hati akan menimbulkan persoalan yang lain lagi. Selama kita belum bertemu dengan Yesus Kristus, tidak akan ada kepuasan yang sejati. Damai Sentosa serta kepuasan yang sejati hanyalah ada pada Yesus Kristus. ( Matius 11:28).


(Tuhan Yesus Memberkati)

Tuhan Yesus adalah Penyelamat



TUHAN YESUS ADALAH SANG JURU SELAMAT MANUSIA












Kata Yesus : " Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku".


Tuhan Yesus Memberkati

Kematian

Apa yang Terjadi Setelah Kematian?

Kematian pastinya akan di alami Semua Manusia di dunia. Tapi kita tidak tahu kemana kita setelah pergi dari Dunia ini.
"Saya pikir setelah seseorang mati,dia mungkin ada di surga,di neraka,atau api penyucian. Saya tahu saya tidak Pantas pergi ke surga, tapi saya juga bukan orang jahat sehingga harus pergi ke neraka. Saya juga tidak pernah baca hal itu dalam Alkitab. Saya cuma dengar apa kata orang.

Saya pernah mendengar orang-orang bahwa ketika Manusia Mati akan pergi ke Surga dan saya tidak yakin pasti. Tetapi Menurut saya bahwa Kematian itu adalah Akhir dari Segalanya. Dan tidak ada harapan bagi orang mati.

Coba di Renungkan: Apa yang sebenarnya terjadi setelah seseorang Mati? Apa mereka akan berada di Sebuah Tempat? dan Apa kita bisa bertemu dengan Mereka lagi?


(Tuhan Yesus Memberkati)

Godaan


Halangan Mendengar dari Tuhan

A. Terlalu bising

Hidup kita saat ini begitu bising dengan berbagai suara. Suara dari televisi,CD,radio,maupun suara-suara dari orang-orang yang berusaha menarik perhatian kita: iklan,teriakan anak-anak,ajakan teman untuk arisan,belum lagi semua SMS,BBM,email,Facebook. Pada Zaman komunikasi ini, kita dapat berbicara dengan 5 orang sekaligus di 5 benua yang berbeda. Kita dapat mengirimkan pesan pada jutaan orang dengan seklai tekan tombol. Ironisnya, Manusia Modern kehilangan salah satu kemampuan terpenting untuk berkomunikasi,yaitu mendengarkan.

      B. Tidak mau melakukan

Padahal, mendengar dari Tuhan memiliki risiko bahwa Anda harus melakukan apa yang Anda dengar, walaupun Anda tidak suka!
Mendengar dari Tuhan memiliki risiko, yaitu melawan kehendak ahti kita. Namun, apabila kita bersedia mengorbankan kehendak kita untuk taat melakukan perkataan Tuhan, ada berkat yang luar bisa dibalik semua itu.



Tuhan membuka dan menutup pintu kesempatan  untuk mengarahkan kita ke jalan yang Dia kehendaki. Perlahan tetapi pasti, Allah menggenapi nubuatan itu dan membuka jalan itu. Namun,berhati-hatilah agar tidak memutuskan bahwa Tuhan telah “menutup jalan” apabila ada tantangan mengadang dalam kehidupan kita. Kadang Tuhan memberikan sedikit latihan agar iman kita menjadi terlatih dan kuat. Sekali lagi, kita perlu memiliki hubungan yang terbangun dengan Tuhan untuk mengerti hal ini.

(Termotivasi dari Sebuah Buku)

Tuhan Yesus Memberkati

Kehidupan



Membuat Keputusan Yang Bijaksana

Orang sering berpikir bahwa kekristenan adalah serentetan aturan “ tidak boleh ini,tidak boleh itu”. Tetapi sebenarnya bila dipikirkan lebih lanjut, hal itu juga yang ingin dilakukan orangtua terhadap anak-anaknya untuk melindungi mereka. Memberi izin untuk anak umur 3 tahun bermain dengan kompor gas adalah bencana! Atau membiarkann mereka menyeberang jalan sesuka ahti dapat berujung maut. Apabila Alkitab menulis hal-hal yang tidak perlu atau tidak boleh kita lakukan, hal itu karena Allah sangat mengasihi kita sehingga Ia tidak ingin kita terluka dan tersesat. Namun, ada juga hal-hal yang tidak ditulis dalam Alkitab tentang suatu hal, seperti merokok, menonton TV 5 jam sehari,dll. Lalu bagaimana menghadapai hal-hal ini, boleh atau tidak? Saring dengan yang berikut ini:

            1)  Berguna atau Tidak?
       
Segala sesuatu halal bagiku,tetapi bukan semuanya berguna.
Segala sesuatu halal bagiku,  tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh sesuatu apapun( 1 Kor 6:12).

2)  What Would Jesus Do?

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu,  Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah,-- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu ( 1 Kor 6:19-20).

(TERMOTIVASI DARI SEBUAH BUKU)
Tuhan Yesus Memberkati











Senin, 07 Desember 2015

Penyiksaan

 Mengapa Ada Penderitaan?



Untuk mengetahuinya, kita harus melihat peristiwa saat penderitaan dimulai. Adam dan Hawa digoda oleh malaikat pemberontak, yang belakangan disebut Setan si Iblis, untuk menolak hukim Allah tentang yang benar dan salah. Hukum ini disampaikan dalam bentuk perintah untuk tidak makan buah dari " pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat". Iblis memberi tahu Hawa bahwa mereka tidak akan mati meski tidak menaati Allah, jadi Setan menuduh Allah sebagai pembohong. Setan juga menuduh Allah bahwa Dia menahan hak manusia untuk menentukan apa yang baik dan buruk.(Kejadian 2:17; 3:1-6). Setan secara tidak langsung mengatakan bahwa manusia akan lebih baik jika tidak diatur Allah. Karena itu, muncullah suatu sengketa yang sangat penting, yaitu apakah Allah memang layak memerintah.

Setan menimbulkan sengketa lain. Dia menuduh manusia melayani Allah demi kepentingan diri sendiri. Setan berkata kepada Allah tentang Ayub," Bukankah engkau sendiri yang memasang pagar di sekelilingnya dan di sekeliling rumahnya dan di sekeliling segala sesuatu yang ia miliki di sekelilingnya?......
Tetapi kali ini, ulurkanlah kiranya tanganmu dan sentuhlah segala sesuatu yang ia miliki dan lihatlah apakah ia tidak akan mengutuki engkau di mukamu." (Ayub 1:10,11). Meski kata-kata Setan itu tentang Ayub, dia juga memaksudkan bahwa semua manusia melayani Allah karena alasan yang egois.